Sofiainur's Blog

perpustakaan sekolah

Posted on: Maret 16, 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Istilah “PERPUSTAKAAN” sudah dikenal oleh kalangan masyarakat luas, apalagi di lingkungan dunia pendidikan. Perpustakaan asal dari kata pustaka yang artinya kitab, buku. Dalam Bahasa Inggris library, Bahasa Latin liber artinya buku dan masih banyak lagi istilah-istilah yang dipergunakan sesuai dengan bahasa masing-masing Negara.
Perpustakaan berarti pusat sumber belajar dan sumber informasi bagi para pemakainya, oleh karena itu perpustakaan bukan hanya sekedar tempat penyimpanan bahan pustaka baik buku maupun non buku, tetapi ada upaya untuk mendayagunakan agar koleksi-koleksi yang ada dimanfaatkan oleh pemakainya secara maksimal. Perpustakaan ialah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut pembaca, bukan untuk dijual. Tujuan perpustakaan ialah mendayagunakan koleksinya untuk kepentingan pembaca.
Dunia pendidikan sangatlah dekat dengan “perpustakaan”, karena pendidikan menjunjung tinggi asas keilmiahan. Sesuatu dikatakan ilmiah jika berdasarkan pengetahuan, dimana kita mendapatkan itu semua melalui buku-buku atau literatur yang sesuai. Perpustakaan identik dengan sekolah atau perguruan tinggi. Namun, tidak dapat dipungkiri di setiap kota maupun kecamatan terdapat perpustakaan ini.
Sebagai jantung pendidikan, perpustakaan sangatlah membantu para peserta didik dalam menambah pengetahuan dan membuka jendela wawasannya. Maka untuk dapat menggunakan semaksimal mungkin perpustakaan itu, perlu adanya pengelolaan perpustakaan oleh sekolah agar tujuan-tujuan peprustakaan dapat terlaksana. Pengelolaan ini menggunakan fungsi-fungsi manajemen. Saat ini, kami sebagai mahasiswa administrasi penidikan mencari tahu bagaimana sistem pengelolaan perpustakaan di sekolah-sekolah terutama sekolah mengengah pertama di daerah Malang.

B. Tujuan
Adapun tujuan kami observasi tentang manajemen perpustakaan, sebagai berikut:
1. Mengetahui bagaimana perencanaan pengadaan perpustakaan di SMPN 4 Malang
2. Mengetahui bagaimana cara pengadaan koleksi di perpustakaan SMPN 4 Malang.
3. Mengetahui klasifikasi koleksi perpustakaan SMPN 4 Malang.
4. Mengetahui katalogisasi di perpustakaan SMPN 4 Malang.
5. Mengetahui cara labeling di perpustakaan SMPN 4 Malang.
6. Mengetahui pelayanan baca perpustakaan di SMPN 4 Malang.

C. Lokasi Observasi
Pada kesempatan kali ini, kami mencoba melakukan pengamatan sistem pengelolaan perpustakaan disalah satu sekolah menengah pertama di Malang. Lokasi observasi adalah perpustakaan SMP Negeri 4 Malang Jln. Veteran 37 Malang. Perpustakaan di sekolah tersebut telah mempunyai manajemen yang baik dan telah menggunakan komputerisasi dengan baik untuk katalogisasinya. Sekolah ini dengan senang hati menyambut itikad kami untuk bertukar ilmu.

BAB II
TEORI

KONSEP DASAR PERPUSTAKAAN SEKOLAH

A. Arti Perpustakaan Sekolah
Definisi perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan bagian dari perpustakaan umum. Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan merupakan buku-buku. Ciri-ciri dari perpustakaan sebagai berikut:
1. Perpustakaan itu merupakan suatu unit kerja
Adanya perpustakaan tidak berdiri, tetapi merupakan unit-unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu. contoh: Perpustakaan IKIP Malang merupakan unit kerja IKIP Malang, Perpustakaan SMP 1 Sumenep merupakan unit kerja SMP 1 Sumenep dll.
2. Perpustakaan mengelola sejumlah bahan pustaka
Di perpustakaan disediakan sejumlah bahan pustaka. Jumlah bahan pustaka ini tergantung kepada kebutuhannya yang didasarkan pada jumlah pemakainya.
3. Perpustakaan harus digunakan oleh pemakainya
Tujuan pengelolaan atau pengaturan bahan-bahan pustaka tidak lain adalah dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh pemakainya. Dengan demikian perpustakaan ini digunakan oleh pemakai atau anggotanya.
4. Perpustakaan sebagai sumber informasi
Perpustakaan tidak hanya sebagai tumpukan buku tanpa ada gunanya, tetapi secara prinsip perpustakaan harus dapat dijadikan atau berfungsi sebagai sumber informasi bagi tiap yang membutuhkannya.

B. Tujuan dan Manfaat Perpustakaan Sekolah
Secara terinci, manfaat perpustakaan sekolah baik yang diselenggarakan di sekolah dasar maupun di sekolah menengah sebagai berikut:
1. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
2. Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
3. Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri.
4. Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
5. Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa.

C. Fungsi Perpustakaan Sekolah
Smith dkk menyatakan dalam buku ensiklopedianya yang berjudul “ THE EDUCCATOR’S ENCYCLOPEDIA” yang artinya perpustakaan sekolah itu merupakan sumber belajar. Adapun fungsinya sebagai berikut:
1. Fungsi Edukatif
Adanya perpustakaan sekolah dapat meningkatkan interes membaca murid-murid sehingga teknik membaca semakin lama semakin dikuasai oleh murid-murid.
2. Fungsi Informatif
Perpustakaan yang sudah maju menyediakan peralatan elektronik, seperti media komputer, televisi, tape recorder, dan video. Sehingga selain buku-buku ada yang membantu dalam hal belajar membaca.
3. Fungsi Tanggungjawab
Fungsi ini berfungsi sebagai peminjaman buku-buku dan pengembaliannya yang selalu dicatat oleh pustakawan. Untuk mendidik murid-murid kearah tanggung jawab dan membiasakan murid-murid bertindak dan bersikap secara administratif.
4. Fungsi Riset
Perpustakaan juga sebagai riset atau tempat uji coba penelitian yaitu mengumpulkan data-data keterangan yang diperlukan. Misalnya: seoarang murid ingin meneliti tentang kehidupan orang-orang di abad 17 yang lalu.
5. Fungsi Rekreatif
Fungsi ini sebagai tempat mengisi waktu luang seperti pada waktu istirahat, dengan membaca buku atau novel, roman, majalah dan lainnya.

D. Data Kerja Perpustakaan Sekolah
Secara definitif, pengelolaan perpustakaan sekolah berarti segenap usaha pengkoordinasian segala kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan perpustakaan. Biasanya diwadahi dalam suatu organisasi dan organisasi merupakan wadah pengorganisasian.

Struktur organisasi perpustakaan

Tugas kepala perpustakaan adalah mengkoordinasi penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Tugas unit tata usaha adalah berhubungan dengan masalah surat menyurat, personalia, keuangan, pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana perpustakaan sekolah. Tugas pelayanan teknis adalah memproses atau mengolah bahan-bahan pustaka secara sistematis sesuai dengan aturan yang berlaku.Tugas pelayanan pembaca melayani peminjaman dan pengembalian buku-buku, memberikan bimbingan membaca kepada murid-murid, serta memberikan bantuan informasi kepada siapa saja yang memerlukan khususnya warga sekolah.
Tugas-tugas pelayanan teknis dan pelayanan pembaca sebagai berikut:
1. Pelayanan Teknis
• Pengadaan bahan-bahan pustaka
• Inventarisasi bahan-bahan pustaka
• Klasifikasi bahan-bahan pustaka menurut sistem klasifikasi tertentu
• Katalogisasi bahan-bahan pustaka
• Pembuatan label buku
• Pembuatan kartu buku
• Pembuatan kantong buku
• Pembuatan slip tanggal
• Penyusunan buku-buku di lemari atau rak buku yang tersedia.
2. Pelayanan pembaca
• Melayani peminjaman buku
• Melayani pengembalian buku
• Pemberian bimbingan membaca bagi murid-murid
• Pembinaan minat membaca bagi murid
• Bantuan informasi kepada semua pihak yang memerlukan khususnya warga sekolah.

E. Mendirikan Perpustakaan Sekolah
Penyelenggaraan perpustakaan sekolah penting bagi sekolah dalam rangka mencapai tujuan institusional sekolah. Di negara ini masih banyak sekolah yang belum memiliki perpustakaan sekolah yang disebabkan oleh kurangnya dana pihak sekolah tersebut. Oleh karena itu, pemerintah harus mengusahakan pendirian perpustakaan sekolah.

PENGADAAN BAHAN- BAHAN PUSTAKA

Pengadaan bahan-bahan pustaka adalah mengusahakan bahan-bahan pustaka yang belum dimiliki perpustakaan sekolah dan menambah bahan-bahan pustaka yang sudah dimiliki perpustakaan sekolah tetapi jumlahnya masih kurang.
A. Bahan-bahan Pustaka
1. Ditinjau dari bentuk fisiknya, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
a. Bahan-bahan pustaka yang berupa buku-buku, seperti tentang psikologi, buku Bahasa Indonesia, tentang ilmu pengetahuan, dll
b. Bahan-bahan pustaka bukan berupa buku-buku, seperti surat kabar, majalah, peta, globe.di bagi menjadi 2 lagi yaitu:
1) Bahan-bahan tertulis
2) Bahan-bahan berupa alat pengajaran
2. Diitinjau dari lainnya, terbagi atas bahan-bahan yang isinya fiksi; terdiri dari buku anak, cepen dll dan atas bahan-bahan non fiksi.

B. Perencanaan Pengadaan Bahan Pustaka
Perencanaannya sebagai berikut:
1. Inventarisasi bahan-bahan pustaka yang harus dimiliki
2. Inventarisasi bahan-bahan pustaka yang dimiliki
3. Analisis kebutuhan bahan-bahan pustaka
4. Menetapkan prioritas
5. Menentukan cara pengadaan bahan-bahan pustaka.

C. Cara Pengadaan bahan-bahan pustaka
Adapun cara-caranya sebagai berikut:
1. Pembelian, dapat membeli ke penerbit, ke toko buku, dan memesan.
2. Hadiah, bisa sumbangan dari murid-murid, lembaga-lembaga terkait dengan sekolah.
3. Tukar menukar
4. Pinjaman

D. Inventarisasi bahan-bahan pustaka
Kegiatan inventarisasi bahan-bahan pustaka meliputi:
1. Memberi stempel pada buku-buku, setiap buku harus memiliki stempel supaya membedakan dengan buku yang lainnya.
2. Mendaftarkan buku-buku.

KLASIFIKASI

A. Arti dan Tujuan Klasifikasi
Klasifikasi buku adalah suatu proses memilih dan mengelompokkan buku-buku perpustakaan sekolah atau bahan pustaka lainnya atas dasar tertentu serta diletakkannya secara bersama-sama di suatu tempat. Tujuan mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut:
1. Untuk mempermudah murid-murid di dalam mencari buku-buku yang sedang diperlukan
2. Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam mencari buku-buku yang dipesan oleh murid-murid
3. Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam mengembalikan buku pada tempatnya
4. Mempermudah guru pustakawan mengetahui perimbangan bahan pustaka
5. Akhirnya, buku-buku perpustakaan sekolah diklasifikasikan dengan sebaik-baiknya untuk mempermudah guru pustakawan di dalam menyusun suatu daftar bahan-bahan pustaka yang berdasarkan sistem klarifikasi

B. Prinsip-Prinsip Pengklarifikasian
Agar guru pustakawan tidak terlalu mengalami kesulitan di dalam mengklarifikasi buku-buku perpustakaan sekolah,sebaik-baiknya memahami beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Sekedar sebagai pedoman, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan di dalam mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah yang menggunakan sistem klarifikasi berdasarkan subyeknya.
1. Klasifikasilah buku-buku perpustakaan sekolah, pertama-tama berdasarkan subyeknya. Kemudian berdasarkan bentuk penyajiannya, atau bentuk karnyanya
2. Khususnya buku-buku yang termasuk karya umum dan kesastraan hendaknya lebuh diutamakan pada bentuknya
3. Di dalam mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah hendaknya memperhatikan tujuan pengarangnya
4. Klasifikasilah buku-buku perpustakaan sekolah itu pada subyek yang dominan
5. Apabila sebuah buku yang membahas dua atau tiga subyek, klasifikasilah buku tersebut pada subyek yang dominan
6. Apabila ada buku yang membahas dua subyek dengan perimbangan subyek yang sama, maka klasifikasilah buku tersebut itu pada subyek yang paling banyak bermanfaat bagi pemakai perpustakaan sekolah
7. Di dalam hendaknya mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah, hendaknya guru pustakawan mempertimbangkan keahlian pengarangnya
8. Apabila ada sebuah buku perpustakaan sekolah yang membahas dua subyek yang sama perimbangannya dan merupakan bagian dari suatu subjek yang lebih luas, maka klasifikasikanlah buku tersebut pada subjek yang lebih luas
9. Apabila ada sebuah buku perpustakaan sekolah yang membahas tiga subjek atau lebih, tetapi tidak jelas subjeknya mana yang lebih diutamakan oleh pengarangnya, dan merupakan bagian dari suatu subjek yang lebih luas, maka klarifikasilah buku tersebut itu pada subjek yang lebih luas.

C. Sistem Klasifikasi
Sistem klasifikasi bias berdasarkan ciri-ciri buku, sehingga buku-buku yang bercirikan sama bias dikelompokkan menjadi satu. Ada beberapa sistem klasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah, antara lain sebagi berikut:
a. Sistem abjad nama pengarang
b. Sistem abjad judul buku
c. Sistem kegunaan buku
d. Sistem penerbit
e. Sistem bentuk fisik
f. Sistem bahasa
g. Sistem subjek

D. Dewey Decimecal Clasification
Susunan subyek pada sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey ini meliputi seluruh ilmu pengetahuan manusia. Menurut sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey, ilmu pengetahuan manusia dapat dibagi ke dalam sepuluh kelas utama (main classes) yang biasanya disebut Ringkasan Pertama (first summary). Ringkasan Kedua (second summary) kelas utama berjumlah sepuluh kelas, sedangkan setiap kelas utama dibagi lagi menjadi sepuluh bagian, maka jumlah divisi keselutuhan adalah seratus divisi.
Selanjutnya, setiap divisi dibagi lagi menjadi sepuluh seksi (section) yang biasanya disebut Ringkasan Ketiga (third summary). Pada Sistem Klasifikasi Dewey, notasi yang dituliskan terdiri dari dari tiga angka dan tidak boleh kurang. Nomor kelas utama menempati posisi kedua, sedangkan nomor seksi menempati posisi ketiga.

E. Cara Mengklasifikasi Buku
Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh guru pustakawan di dalam mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut:
1. Menentukan sistem klasifikasi
2. Menyiapkan bagan klasifikasi
3. Menyiapkan buku
4. Menentukan subjek buku:
a. Judul dan sub judul buku
b. Daftar isi
c. Kata pengantar
d. Isi sebagian atau keseluruhan
5. Menentukan nomor klasifikasi

F. Bagan Klasifikasi Persepuluhan Dewey
Pada kiranya dijelaskan bahwa pengertian bagan di sini bukanlah gambar atau skema, tetapi jabaran atau rincian klasifikasi persepuluhan Dewey.

KATALOGISASI

A. Arti dan Fungsi Katalogisasi
Katalog merupakan suatu daftar yang berisi keterangan-keterangan yang lengkap (komperehensif) dari suatu buku-buku koleksi, dokumen-dokumen, atau bahan-bahan pustaka lainnya. Ada lima kelompok keterangan yang harus tertera pada katalog, yaitu:
1. Tajuk entri
2. Judul buku
3. Keterangan tentang kota terbit, nama penerbit, dan tahun terbit (imprint)
4. Keterangan tentang jumlah halaman, ukuran buku, ilustrasi, indeks, table, bibliografi, dan ependik (collation)
5. Keterangan singkat mengenai seri penerbitan, judul asli, dan pengarang aslinya (apabila buku tersebut merupakan terjemahan)
Ada dua fungsi yang dimiliki oleh katalog, yang dalam hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Katalog berfungsi sebagai alat komunikasi yang menginformasikan buku-buku perpustakaan sekolah.
2. Katalog berfungsi sebagai wakil buku

B. Macam-Macam katalog
Ditinjau dari segi bentuknya ada tiga macam, seperti sebagai berikut:
1. Katalog berkas (sheaf catalogue)
2. Katalog buku (book catalogue)
3. Katalog kartu (card catalogue)

C. Cara Membuat Katalog Kartu
Sebelum membuat atau mengetik kartu katalog kartu, maka ada dua hal yang perlu dipersiapkan oleh guru pustakawan sebagai berikut:
1. Kartu katalog
Untuk membuat diperlukan selembar kartu untuk setiap judul buku
2. Temporary alip (T-slip)
Catatan atau keterangan tentang buku mengetik katalog
1. Nomor klasifikasi
2. Pengarang/tajuk entri utama
3. Judul buku
4. Nama pengarang lengkap
5. Imprint
6. Kolasi

D. Penyusunan Kartu Katalog
Katalog yang telah dibuat disusun secara sistematis sehingga murid-murid mudah menggunakannya. Biasanya kartu katalog disusun dan disimpan didalam sebuah laci (kotak) katalog. Ukuran laci katalog harus lebuh besar daripada kartu katalog sehingga mudah memasukkan dan mengeluarkan kartu katalog. Untuk perpustakaan yang lebuh maju jumlah buku atau judul bukunya banyak sekali, tentunya jumlah kartu katalog yang dibuat lebih banyak sehingga memerlukan banyak laci katalog maka dari itu dibuatkan lemari laci.

PENGATURAN DAN PEMELIHARAAN BUKU- BUKU

A. Persiapan
Sebelum buku-buku perpustakaan sekolah disusun dan disimpan, sebaiknya buku-buku tersebut dilengkapi dengan perlengkapan buku. Semua ini akan mempermudah pelayanan sirkulasi atau peminjaman kepada murid-murid. Perlengkapan-perlengkapan buku yang dimaksud antara lain label buku (call number), kartu buku beserta kantongnya, dan slip tanggal.

B. Penyusunan Buku-Buku
Penyusunan buku merupakan kegiatan yang tidak kalah penting dengan kegiatan-kegiatan lain dalam rangkaian pengelolaan perpustakaan sekolah, dan harus mendapatkan perhatian dari guru pustakawan. Apabila buku disusun dengan baik akan mempermudah murid-murid pada waktu mencari buku-buku tertentu, sebaliknya jika buku-buku tidak disusun dengan baik maka akan mempersulit murid-murid mencari buku yang dibutuhkannya.
Susunlah buku-buku dalam keadaan beridiri tegak dan punggung bukunya dihadapkan ke depan sehingga nomor buku kelihatan, mudah tampak dan mempermudah pengambilan dan pengembaliannya. Penyusunan buku-buku sebaiknya mulai dari kiri ke kanan pada setiap rak. Penyusunannya buku-buku harus sistematis.

C. Pemeliharaan Buku-Buku
1. Mencegah kerusakan
a. Faktor manusia
Murid-murid tidak sadar pentingnya buku seringkali merusaknya dengan mencoret-coret atau merobek. Untuk mencegahnya guru/pustakawan harus bersikap sabar dan memberi penjelasan dan tanamkanlah pada diri mereka rasa cinta terhadap buku.
b. Faktor alamiah
Misalnya kelembaban udara, air, api, jamur, debu, sinar matahari, dan serangga.
2. Perbaikan buku
Petugas yang ditunjuk untuk memperbaiki buku-buku yang rusak harus memiliki pengetahuan memperbauku buku. Yang lebih lagi petugas tersebut harus terampil dan kreatif. Dengan demikian buku yang rusak dapat diperbaiki sedemikian rupa sehingga menjadi buku yang baik kembali.

PELAYANAN PEMBACA

A. Pelayanan Sirkulasi
Pelayanan sirkulasi adalah melayani peminjaman dan pengembalian buku. Tugas pokok bagian sirkulasi antara lain melayani murid-murid yang akan memimjan buku, melayani murid-murid yang akan mengembalikan buku
1. Peminjaman buku
a. Sistem terbuka
Murid dipersilahkan mencari dan mengambil sendiri buku yang dibutuhkan
b. Sistem tertutup
Murid-murid tidak diperbolehkan mencari dan mengambil sendiri buku yang dibutuhkan
2. Pengembalian buku
Buku-buku yang akan dikembalikan diserahkan kepada bagian sirkulasi. Petugas meneliti tanggal pengembalian yang tertera pada slip tanggal untuk mengetahui apakah pengembaliannya terlambat atau tidak, jika terlambat akan diberi sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Keterangan peminjaman pada kartu dicoret atau distempel tanda KEMBALI. Akhirnya kartu peminjam di file lagi di tempatnya, kartu buku dimasukkan lagi ke kantongnya dan buku disimpan lagi di rak atau lemari semula.
3. Statistik pengunjung/peminjam
Tugas yang ketiga adalah membuat statistik pengunjung dan peminjam untuk mengetahui seberapa jauh pelayanan perpustakaan perpustakaan sekolah.

B. Pelayanan Referensi
1. Pelayanan informasi
a. Kelengkapan koleksi
b. Kemampuan petugas
2. Pelayanan pemberian bimbingan belajar

C. Tata Tertib Perpustakaan Sekolah
Masalah-masalah yang harus dicantumkan dalam tata tertib meliputi:
1. Sifat dan status perpustakaan sekolah
2. Keanggotaan perpustakaan sekolah
3. Bahan-bahan pustaka yang tersedia
4. Sanksi dan hukuman bagi pelajar
5. Iuran bagi setiap anggota
6. Sistem penyelenggaraan
7. Waktu pelayanan atau jam buka

BAB III
HASIL OBSERVASI

A. Perencanaan Pengadaan Bahan Pustaka di Perpustakaan SMPN 4 Malang
Sebagai jantung pendidikan, perpustakaan harus mendapatkan perhatian utama. Gedung perpustakaan harus representative dan lengkap dengan fasilitas pendukungnya, dipenuhi dengan berbagai sumber ilmu pengetahuan (Asmani, 2009: 47). Perpustakaan SMPN 4 Malang terletak di bagian paling depan sekolah. Letak perpustakaan SMPN 4 sangatlah strategis, karena mudah dijangkau oleh seluruh warga sekolah. Kondisi fisik perpustakaan tersebut cukup luas dan sangat bersih, sehingga pengunjung perpustakaan akan merasa nyaman ketika berada di perpustakaan. Perpustakaan SMPN 4 Malang ini memiliki nama “PERPUSTAKAAN VIDYA LOKA”, yang dikoordinatori oleh Ibu Ratna Shofia Heryati dan dibantu dua staff/petugas perpustakaan yaitu Ibu Cindi dan Ibu Emi.
Perencanaan pengadaan bahan pustaka di Perpustakaan Vidya Loka dilakukan oleh tim Autolibrary SMPN 4 Malang. Dalam perencanaan tersebut, tim autolibrary menampung usulan dari guru mata pelajaran dan kebutuhan siswa. Setelah itu, tim memilah- milah dan menentukan skala prioritas dari bahan pustaka apa saja yang harus didahulukan dalam pengadaannya. Hal tersebut dikarenakan, dalam menyusun perencanaan pengadaan bahan pustaka, haruslah disesuaikan dengan anggaran sekolah.
Pengadaan bahan pustaka dilaksanakan dengan cara pembelian langsung ke toko buku oleh koordinator perpustakaan, sumbangan dari siswa, dan sumbangan dari pemerintah. Setiap satu semester atau tiap tahunnya, perpustakaan SMPN 4 Malang ini mendapatkan sumbangan buku/ bahan pustaka dari pemerintah. Berikut ini akan dijelaskan jenis koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan SMPN 4 Malang sebagai berikut:
1. Koleksi bahan pustaka buku, yang diperoleh dari membeli langsung dan sumbangan dari siswa. Koleksi ini meliputi: karya umum, filsafat, agama, ilmu-ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, ilmu-ilmu terapan, kesenian, hiburan, olahraga, kesusastraan, geografi dan sejarah umum.
2. Koleksi bahan pustaka serial, yang diperoleh dari membeli langsung dan sumbangan dari siswa. Koleksi ini meliputi: majalah, Koran, Al-Falah.
3. Koleksi hasil karya siswa, yang diperoleh dari hasil tugas guru kepada siswa. Koleksi ini meliputi: Karya Tata Boga, Karya Bahasa Indonesia, Karya Ilmiah, Karya Bahasa Inggris.

B. Klasifikasi Bahan Pustaka di Perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang
Salah satu sistem klasifikasi yang berdasarkan subjeknya, yang banyak digunakan di perpustakaan sekolah di seluruh dunia adalah sistem klasifikasi persepuluh yang disusun oleh Marvil Dewey, ( Bafadal: 59). Petugas perpustakaan Vidya Loka di SMPN 4 Malang memiliki panduan dalam pengklasifikasian bahan pustaka. Salah satu buku panduan dalam pengklasifikasian bahan pustaka yang digunakan oleh perpustakaan Vidya Loka di SMPN 4 Malang yakni “Dewey Decimal Classification” yang biasa disingkat menjadi DCC. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Laporan Bulanan Perpustakaan Vidya Loka
SMPN 4 Malang
Bulan Agustus 2010

Klasifikasi buku Jenis Buku Reserve Referensi
Judul Jumlah Judul Jumlah
000 KARYA UMUM 5 11 5 63
100 FILSAFAT 5 48 - -
200 AGAMA 46 378 4 10
300 ILMU-ILMU SOSIAL 124 2067 7 22
400 BAHASA 92 3283 25 109
500 ILMU-ILMU MURNI 111 2825 18 29
600 ILMU-ILMU TERAPAN 15 827 4 4
700 KESENIAN, HIBURAN, OLAHRAGA 16 22 2 2
800 KESUSASTRAAN 252 261 - -
900 GEOGRAFI DAN SEJARAH UMUM 118 136 5 16
JUMLAH 784 9858 70 255
Jumlah keseluruhan = 854 judul/10.113 eksemplar
Keterangan : bahan koleksi bulan Agustus 2010 = 23 judul/66 eksemplar
Catatan khusus:
• Untuk bulan ini pengolahan buku tempo dulu yang diolah berjumlah 531 buku

Adapun langkah-langkah dalam pengklasifikasian buku-buku baru di perpustakaan SMPN 4 Malang meliputi:
1. Bahan pustaka yang baru datang, dicatat, dan ditulis ke dalam buku induk besar.
2. Dalam buku induk besar, dicatat tanggal penerimaan buku , no induk, dan kode buku yang telah ditentukan sesuai DDC.
3. Petugas memasukkan data buku baru yang telah dicatat ke dalam buku induk besar ke dalam computer (entri data).
4. Buku yang telah didata ke dalam buku induk besar kemudian distampel dan diberikan label.
5. Petugas memberikan sampul pada buku yang telah berlabel.
6. Petugas menata buku yang telah disampuli dan berlabel ke tempat/rak yang telah disediakan di perpustakaan (serving) sesuai dengan tempat yang ditentukan.
Bahan-bahan pustaka yang terdapat di perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang digolongkan menjadi dua jenis yakni buku Reserve dan buku Referensi. Untuk membedakannya, maka petugas menggunakan label berwarna kuning pada buku reserve. Sedangkan petugas menggunakan label warna merah untuk buku referensi. Buku- buku jenis Reserve dapat dipinjam ataupun hanya dibaca di perpustakaan. Akan tetapi, untuk buku Referensi hanya dapat dibaca di dalam perpustakaan saja.
Pembuatan label pada buku dilakukan dengan cara mengikuti buku pedoman yang berlaku di perpustakaan Vidya Loka, yakni dengan menggunakan pedoman Dewey. Misalnya pada buku yang berkode 420 ENJ e-III, nomor 420 menunjukkan bahwa buku tersebut merupakan buku Bahasa Inggris; ENJ merupakan nama pengarang dari buku tersebut; huruf “e” menunjukkan huruf awal dari judul tersebut; III merupakan kelas buku.

C. Katalogisasi Bahan Pustaka di Perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang
Perpustakaan disekolah-sekolah umumnya masih menggunakan cara manual. Sehingga mengakibatkan pelayanan dalam perpustakaan sekolah menjadi tidak efektif dan tidak akurat serta sangat tergantung pada sumber daya manusia (SDM). Masalah utama yang sering terjadi dalam perpustakaan sekolah adalah sulitnya dalam melakukan pencarian buku, proses peminjaman, dan pengembalian buku. Hal ini jelas sangat tidak efisien dibandingkan dengan menggunakan dengan sistem program yang sudah terkomputerisasi, karena dengan menggunakan program komputer ini akan membuat mudah dalam menggunakan transaksi di perpustakaan.
Katalogisasi buku di perpustakaan SMPN 4 Malang ini sudah menggunakan sistem komputerisasi. Program katalogisasi secara komputer ini menggunakan program Borland Delphi 7.0 . Borland Delphi 7.0 ini menawarkan kemudahan dalam mengolah data-data yang digunakan untuk pelayanan perpustakaan. Mudah dalam memasukkan data anggota, data buku dan data majalah. Fasilitas programnya mudah diakses, anggaran yang dikeluarkanpun tidak banyak dan mahal. Adapun menu-menu program yang digunakan dalam bentuk Form Borland Delphi 7.0. meliputi:
1. Menu Presensi dan Katalog.
2. Menu Utama (Pasword).
3. Menu Entry Data Buku, majalah, dan Tugas.
4. Menu Entry Data Petugas.
5. Menu Entry Anggota.
6. Menu Peminjaman.
7. Menu Pengembalian.
8. Menu Katalog.
9. Menu Laporan.
10. Menu Back Up Data.
11. Menu About.

Penggunaan menu Katalog di perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang, pengunjung harus mengentri data terlebih dahulu. Adapun data yang harus dientri yakni mengisi Username dan Pasword. Kemudian pengunjung dapat memilih menu-menu yang tersedia dalam layanan computer.

D. Pelayanan di Perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang
Proses transaksi peminjaman dan pengembalian buku dilakukan dengan menggunakan kartu perpustakaan yang dimiliki oleh warga SMPN 4 Malang. Agar lebih mudah membedakan kartu pengunjung perpustakaan Vidya Loka, maka team Autolibrary membedakan kartu anggota perpustakaan tersebut. Untuk siswa-siswi kelas VII, diberlakukan kartu anggota perpustakaan yang berwarna hijau, untuk kartu tanda anggota perpustakaan bagi siswa-siswi kelas VII berwarna merah muda, untuk kelas IX berwarna kuning, sedangkan untuk karyawan berwarna biru. Selain hal tersebut, tim Auto Library membuat tata tertib yang berlaku dan wajib dipatuhi oleh seluruh pengunjung perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang. Hal tersebut bertujuan agar ketertiban dan kenyamanan perpustakaan tetap terjaga, selain itu agar bahan pustaka perpustakaan tetap terawatdan terjaga dalam kondisi baik.
Berikut ini akan dijelaskan terkait proses atau tata cara peminjaman dan pengembalian bahan-bahan pustaka terdapat di perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang.
1. Presensi: siswa memasuki ruangan, lalu mengisi presensi dengan sistem komputerisasi (presensi, absensi kelas, absensi tamu), klik absensi anggota, mengeklik kode anggota, dan ok.
2. Peminjaman dan pengembalian buku secara komputerisasi
Proses peminjaman buku: presensi, pencarian buku(katalog), meminjam buku, diproses(tulis:lidah buku, nama peminjam, kelas)
Proses pengembalian buku: presensi, buku diserahkan ke petugas, diperuksa petugas, lidah buku diparaf kembali oleh petugas.
3. Peminjaman buku tiap tahun: masuk ke dalam ruangan perpustakaan, mengisi daftar buku(minta ke petugas) ditandai buku yang dikembalikan., buku diserahkan ke petugas, mengecek buku.
4. Peminjaman buku tiap tahun dan mutasi masuk: masuk ke dalam ruangan perpustakaan, menulis nama dan tanda tangan, buku diserahkan ke anggota, mengecek buku yang dipinjam.
5. Pengembalian buku untuk yang mutasi keluar: masuk ke dalam ruangan perpustakaan, mengisi daftar siswa mutasi keluar, mengisi bukti pengembalian buku, mengecek buku.
Jenis pengunjung di perpustakaan Vidya Loka terdiri dari Murid, Guru, Karyawan, dan tamu. Berikut ini merupakan grafik pengunjung perpustakaan Vidya loka di SMPN 4 Malang selama tiga bulan:

1) Grafik Pengunjung Perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang

2) Grafik Peminjam Buku di perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang

3) Grafik Jumlah Buku yang dipinjam di Perustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang

Dari gambar grafik yang telah dipaparkan di atas, maka dapat kita ketahui bahwa banyaknya pengunjung perpustakaan Vidya Loka yakni pada bulan September 2010. Pada grafik tersebut menunjukkan bahwa pengunjung dari perpustakaan didominasi oleh siswa kelas VII dan VI.

KESIMPULAN

Perpustakaan ialah koleksi pustaka yang diatur menurut sistem tertentu dalam suatu ruang, merupakan bagian integral dalam proses belajar mengajar dan membantu mengembangkan minat bakat murid. Sedangkan perpustakaan sekolah bertujuan untuk membantu murid dan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Adanya perpustakaan sekolah memiliki fungsi Edukatif (mendidik), Informatif (sumber informasi), Tanggung Jawab, Riset, Rekreatif. Pengadaan bahan-bahan pustaka dapat dilakukan dengan cara membeli langsung, hadiah, sumbangan, tukar menukar maupun hasil pinjaman.
Klasifikasi buku adalah suatu proses memilih dan mengelompokkan buku-buku perpustakaan sekolah atau bahan pustaka lainnya atas dasar tertentu serta diletakkannya secara bersama-sama di suatu tempat. Tujuan dari pengklasifikasian tersebut yakni untuk mempermudah pengunjung dalam mencari buku-buku ataupun bahan pustaka yang akan dipinjam. Pada umumnya, perpustakan-perpustakaan sekolah menggunakan pedoman Dewey Decimal Classification (DCC) dalam mengklasifikasikan bahan pustaka. Pada perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang, proses klasifikasi meliputi katalogisassi, pembuatan label buku, penyampulan buku, serta penataan buku.
Katalog merupakan suatu daftar yang berisi keterangan-keterangan yang lengkap (komperehensif) dari suatu buku-buku koleksi, dokumen-dokumen, atau bahan-bahan pustaka lainnya. Selain menggunakan cara manual, proses katalogisasi dapat dilakukan dengan cara komputerisasi. Seperti yang diterapkan di perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang, yang menggunakan program pengelolaan perpustakaan dengan mengoperasikan program Borland Delphi 7.0.
Pengaturan dan pemeliharaan buku di perpustakaan sekolah dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Hal tersebut terbukti dengan adanya tata tertib bagi pengunjung dan jadwal petugas di perpustakaan Vidya Loka SMPN 4 Malang. Adapun pelayanan pembaca terdiri dari pelayanan sirkulasi dan pelayanan referensi. Pelayanan sirkulasi terdiri dari pelayanan peminjaman (sitem terbuka dan tertutup) dan pengemabalian buku. Sedangkan pelayanan referensi meliputi pelayanan pemberian informasi dan pelayanan pemberian bimbingan belajar.
DAFTAR RUJUKAN

Asmani, Jamal M. 2009. Manajemen Pengelolaan dan Kepemimpinan Pendidikan. Jogjakarta: Diva Press.

Bafadal, Ibrahim.1991 . Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Malang: Bumi Aksara.

LAMPIRAN

About these ads

2 Tanggapan to "perpustakaan sekolah"

Kalau klasifikasi untuk Taman Belajar Masyarakat gimana ?

mohon maaf saya tidak mempunyai artikel tentang itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Flickr Photos

More Photos

Arsip

Maret 2011
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

sofiainurtikkichan

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: